Beatrice Consolata dalam Berkolaborasi Musik

Umum   27 Aug 2021  603

Salam Kemerdekaan Republik Indonesia! 

Salam Prestasi!

 

Sobat Prestasi kali ini kita akan berkenalan lebih dekat dengan Beatrice Jean Consolata Gobang, kelahiran tahun 2009. Beatrice, dengan nama panggung Beatrice Consolata, berkenalan sejak dini dengan dunia bermusik. Ia belajar memainkan alat musik biola sejak usia 3,5 tahun di Community Music Center (CMC) Jakarta. Ia juga aktif mengikuti resital, konser, konferensi, dan masterclass yang diadakan oleh Suzuki Music Association of Indonesia (SMAI) di bawah pimpinan Ibu Therese Wirakesuma. Beatrice, didampingi orangtuanya, mengikuti tiga konferensi musik tingkat internasional di Taiwan, Swiss dan Indonesia, serta delapan Summer School yang diselenggarakan oleh Asosiasi Musik Suzuki Indonesia (2012-2019). Pada tahun 2012-2020, Beatrice belajar biola dalam les mingguan di bawah asuhan kakak Yasintha Pattiasina dan kakak Mellody Arben. Ia mulai belajar piano pada usia lima tahun dibimbing oleh kakak Mayangsari di CMC (2015-2018). Saat ini, Beatrice belajar piano dibimbing oleh kakak Daniel Alexander Tan (The Resonanz Music Video) dan belajar biola dibimbing oleh kakak Giovani Biga.

Sobat Prestasi, kita bisa membayangkan kegiatan Beatrice kecil, seperti layaknya anak sebayanya yang belajar musik, di samping bersekolah formal, kesehariannya diwarnai dengan kegiatan bermusik. Les musiknya biasanya dilakukan pada Sabtu akhir pekan. Selain belajar bermusik dengan instrumen biola dan piano, Beatrice juga akrab dengan instrumen suara. Sejak 2017 Beatrice belajar vokal di bawah asuhan kakak Valentina Nova Aman (The Resonanz Music Studio).

Sobat Prestasi, pada tahun 2019 sebagai bentuk ucapan Syukur, Beatrice mempersembahkan kepada publik (lihat YouTube Beatrice Consolata Channel) lima lagu dengan genre berbeda dalam format mini album non-komersial, yaitu: Lihatlah Lebih Dekat (Elfa Secioria, Mira Lesmana) yang tentunya #SobatPrestasi sudah tidak asing lagi dengan lagu tematik film komedi musikal Petualangan Sherina yang diluncurkan tahun 2000, Andaikan Aku Besar Nanti (Elfa Secioria), Heal The World (Michael Jackson), Circle of Life (Tim Brown, Elton John), dan Panis Angelicus atau “Roti Para Malaikat”, sebuah lagu rohani karya César Franck tahun 1872.

Tentang lagu “Lihatlah Lebih Dekat”, produser dan direktur musik, kakak Elwin Hendrijanto berbagi cerita: “Adalah kesempatan yang menyenangkan dapat menggarap lagu Lihatlah Lebih Dekat-Sherina (Elfa Secioria, Mira Lesmana) dengan versi spesial dinyanyikan oleh talenta muda Beatrice Consolata. Lagu Lihatlah Lebih Dekat cocok dibawakan oleh Beatrice karena ia memiliki dasar teknik klasik dalam bernyanyi dan warna suaranya sangat bagus untuk pop sehingga cocok membawakan lagu bernuansa musikal seperti lagu ini.”

Music Vibe Beatrice

Selain belajar vokal solo, Beatrice juga belajar berpaduan suara. Sejak 2018 Beatrice merupakan anggota The Resonanz Children’s Choir (TRCC) di bawah asuhan pelatih kakak Luciana Oendoen, David Chendra Hartono, dan Rainier Revireino. Atas rekomendasi guru vokalnya, Beatrice mengikuti masterclass vokal, pertama kali pada tahun 2019. Beatrice telah mengikuti sesi kelasmaster antara lain dengan maestro Farman Purnama, maestra Katherine Ciesinski, maestra Catharina Leimena & Marlina Deasy Hartanto, dan maestra Aning Katamsi. 

Selain berpartisipasi dalam konferensi internasional dan masterclass untuk biola dan piano, bersama Asosiasi Suzuki Musik Indonesia (khususnya pada periode 2012-2019), Beatrice berpartisipasi dalam delegasi Trust Orchestra Indonesia di bawah pimpinan kakak Nathania Karina untuk mengikuti World Orchestra Festival 1-4 Agustus 2019 di Wina Austria. Pada festival tersebut, lagu-lagu daerah dari Indonesia dikumandangkan dengan megah dalam pentas di panggung kelas dunia yaitu Musikverein dan MuTh-Concert Hall of the Vienna Boys’ Choir. Sebagai rangkaian dari acara World Orchestra Festival tersebut, Beatrice bersama delegasi Trust Orchestra berkesempatan mengikuti masterclass orkestra yang diberikan oleh Profesor Stefan Hackl di University of Music and Performing Arts (MdW) Wina. Trust Orchestra berhasil menggondol medali emas pada World Orchestra Festival 2019 tersebut.

Sobat Prestasi, tanpa kolaborasi, kegiatan bermusik ini tentu tidak bisa diwujudkan. Beatrice mulai berpartisipasi dalam festival internasional dan nasional untuk instrumen vokal pada tahun 2020 dan 2021. Persiapan mengikuti festival dan kompetisi ini dilakukan dengan fokus dan kolaborasi dengan semua pihak terkait. Mari kita simak lebih lanjut cerita singkat pengalaman Beatrice mengikuti festival musik internasional dan nasional khususnya untuk vokal (voice instrument) pada Juni 2020 hingga Juni 2021. Secara khusus untuk festival internasional, persiapan dilakukan sejak tahun 2019. Sementara untuk festival nasional, persiapan berlangsung sejak akhir 2020. Adalah sebuah proses belajar yang panjang dan membutuhkan fokus khusus.

Di tengah situasi pandemi Covid-19 dengan mobilitas serba terbatas, adanya kolaborasi yang kompak antara berbagai pihak dan ditunjang oleh keberadaan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan Beatrice memanfaatkan peluang berpentas dengan baik, tidak saja untuk berpartisipasi dalam festival dan kompetisi internasional/nasional, tetapi juga dalam konser-konser virtual paduan suara TRCC. 

Pada festival vokal solo tingkat internasional dan nasional tersebut, Beatrice membawakan repertoar klasik dan tembang puitik. Pengalaman berkesan mengikuti festival dan kompetisi musik ini adalah pengalaman berkolaborasi, apalagi jika mengingat kembali proses persiapan yang tidak ringan hingga menghasilkan kematangan dan kesiapan tertentu menghadapi tuntutan standar yang tinggi. Persiapan mengikuti festival musik adalah tahap tersendiri mengalami proses belajar berkolaborasi dan memperoleh umpan balik dari proses pengembangan talenta yang dijalankan. Latihan rutin dan benar secara bertahap. Belajar dari kesalahan dan tidak mengulanginya. Belajar berlatih dengan benar.

Berikut adalah beberapa penghargaan vokal solo yang diterima Beatrice dalam periode Oktober 2020 hingga Februari 2021. Pada Oktober 2020, Beatrice memperoleh penghargaan First-Winner, International Competition of Romantic Music 2020 (American Protégé) untuk kategori usia 10-14 tahun. 

Pada November 2020, Beatrice menerima penghargaan First-Prize, International Online-Contest World Art Games (Fiestalonia Milenio Spanyol) untuk kategori usia 10-12 tahun. 

Pada awal tahun 2021, Beatrice memperoleh penghargaan First-Prize & Exceptional Young Talent Special Prize of 2021 Golden Classical Music Awards International Competition untuk kategori usia 9-12 tahun. Ia membawakan tembang puitik berbahasa Jerman berjudul Schwanenlied yang diciptakan oleh Fanny Mendelssohn-Hansel (1805-1847) berbasiskan lirik puitik penyair dan kritikus sastra Jerman, Heinrich Heine (1797-1856). Untuk penghargaan ini, Beatrice  memperoleh kesempatan pentas di Carnegie Hall New York, yang direncanakan akan diadakan pada tahun 2022, menyesuaikan waktunya dengan situasi dunia dewasa ini.

Beatrice juga memperoleh penghargaan First-Winner, Odin International Music Online Competition 2021 untuk instrumen vokal kategori usia 10-14 tahun. Dan pada akhir Februari 2021, Beatrice memperoleh penghargaan emas untuk kategori Vokal Klasik Indonesia pada Festival Indonesiana 3 (Virtual 2021) untuk kelompok usia 7-11 tahun. Festival ini diselenggarakan oleh Amadeus Enterprise Indonesia. Pada Festival Indonesiana tersebut Beatrice membawakan seriosa (art song) Indonesia berjudul Setitik Embun ciptaan Mochtar Embut (1934-1973).

 

Sebagai hasil refleksi dari perjalanan musikalnya, Beatrice mengatakan bahwa ekspresi dalam bermusik sangat penting untuk diperhatikan karena musisi adalah komunikator yang dibantu penyampaiannya oleh instrumen yang digunakan (vokal, biola, piano, dan lain-lain). Ekspresi musik dan emosi yang natural memungkinkan komunikasi musisi dengan pemirsa berlangsung secara baik sehingga pesan-pesan yang disampaikan menyentuh hati yang mendengar, melihat, dan menikmatinya.

Beatrice ingin mengembangkan talenta setinggi mungkin agar menjadi orang yang ahli di bidang yang Beatrice akan pilih sebagai profesi dan terutama bisa berkontribusi untuk masyarakat. “Belajar dengan gembira dan cerdas (smart: specific, measurable, attainable, realistic, timeframe) sehingga memperoleh hasil yang baik, yang membahagiakan, yang memuliakan nama Sang Pencipta.”



Kunjungi: https://linktr.ee/beatriceconsolata

Berlangganan: YouTube Beatrice Consolata Channel

Ikuti: Instagram @beatriceconsolata


 Untuk Informasi lainnya kalian bisa langsung cek ke linimasa Instagram Puspresnas


Berita Lainnya